Investasi Properti di Jakarta |  | Investasi Properti di Bandung | Investasi Properti di Jogjakarta | Investasi Properti di Bali | Investasi Condotel di Bandung | Investasi Condotel di Jakarta | Investasi Condotel di Bali
 
 
 

Unit Condotel sahid eminence puncakUnit Condotel sahid eminence puncakUnit Condotel sahid eminence puncakPT. Kurnia Propertindo SejahteraSahid Hotel

 
Arsitektur Candi Hindu dan Budha yang Memukau
Tanggal Posting : Selasa, 12 Maret 2013 | 14:57 WIB
Pengirim : Dari berbagai Sumber - Dibaca : 1053 Kali

Dalam peradaban manusia, bangunan candi atau kuil menunjukkan perkembangan manusia dalam menghasilkan karya properti sesuai zamannya. Seperti dikutip laman resmi perpustakaan nasional republik indonesia, disebutkan bahwa candijika dikaitkan dengan mengacu pada berbagai macam bentuk dan fungsi bangunan, maka arti candi atau kuil adalah antara lain tempat beribadah, pusat pengajarana agama, tempat menyimpan abu jenazah para raja, tempat pemujaan atau tempat bersemanyam deawa, petirtaan (pemandian) dan gapura.


Walaupun fungsi candi tidak dapat dilepaskan darikegiatan keagamaan, khususnya agama hindu dan budha, pada masa yang lalu. Oleh karena, sejarah pembangunan candi sangat erat kaitannya dengan sejarah kerajaan-kerajaan dan perkembangan agama hindu dan budha di Indonesia, sejak abad ke-5 sampai dengan abad ke14. Karena sejarah hindu dan budha berasal dari negara India, maka bangunan candi banyak mendapat pengaruh India dalam banyak aspeknya, seperti teknik bangunan, gaya arsitektur, hiasan dan sbagainya.


Walupun demkian pengaruh kebudayaan dan kondisi alam setempat sangat kuat, sehingga arsitektur candi Indonesia mempunyai karakter tersendiri, baik dalam pembangunan bahan, teknik kontruksi maupun corak dekorasinya. Dindin candi biasanya diberi hiasan berupa relief yang mengandung ajaran atau cerita tertentu.
Dalam kitab manasara disebutkan bahwa bentuk candi merupakan pengetahuan dasar seni bangunan gapura, yaitu bangunan yang berada pada jalan masuk ke dalam atau ke luar dai suatu tempat, lahan atau wilayah. Gapura sendiri bisa berfungsi sebagai petunjuk batas wilayah atau seagai pintu keluar masuk yang terletak pada dinding pembatas sebuah komplek bangunan tertentu.


Gapura mempunyai fungsi penting dala sebuah komplek bangunan, sehingga gapura juga mencerminakan keaguanan dari bangunan yang dibatasinya. Perbedaan kedua bangunan itu terletak apada ruangannya. Candi mempunyai ruanagan yang tertutup, sedangkan ruangan dalam gapura merupakan lorong yang berfungsi sebagai jalan keluar masuk. Beberapa kitab keagamaan di India, misalnya Manasara dan Sipa Prakasa, memuat aturan pembuatan gapura yang dipegang teguh oleh para seniman bangunan di India. Para seniman pada masa itu percaya bahwa ketentuan yang tercantum pada kitab-kitab keagamaan bersifat suci dan magis. Mereka yakin bahwa pembuatan bangunan yang benar dan indah mempunyai arti tersendiri bagi pembuatnya dan penguasa yang memrintahkan pembangunanya.


Bangunan yang dibuat secara benar dan indah akan mendatangkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat. Keyakinan tersebut membuat para seniman yang akan membuat gapura melakukan persiapan dan perencanaan yang matang, baik yang bersifat keagaman maupun teknis. Salah satu baguan terpenting dalam perencanan teknis adalah pembuatan sketsa yang benar, karena dengan sketsa yang benar akan dihasilkan bangunan seperti yang diharapkan sang seniman. Pembuatan sketsa bangunan harus didasarkan pada aturan dan persyaratan tertentu, berkaitan dengan bentuk, ukuran , maupun tata letaknya.


Apabila dalam pembuatan bangunan terjadi penyimpangan dari ketentuan-ketentuan dalam kitab keagamaan akan berakibat kesengsaraan besar bagi pembuatnya dan masyarakat disekitarnnya. Hal itu berarti bahwa ketentuan-ketentuan dalam kitab keagamaan tidak dapat diubah dengan semanya. Namun suatu kebudayaan, termasuk seni bangunan, tidak dapat lepas dari pengaruh keadaan alam dan budaya setempat, serta pengaruh waktu.
Sampai saat ini candi masih banyak didapati diberbagai wilayah di Idonesia, terutama di Sumatra, Jawa, dan Bali. Walaupun sebagian besar di antaranya tinggal reruntuhan, namun tidak sedikit yang masih utuh dan bahkan masih digunakan untuk melaksanakan upacara keagamaan. Sebagai hasil budaya manuasia, keindahan dan keanggunan banguanan candi memberikan gambaran mengenai kebesaran kerajaa-kerajaan pada masa lampau.



Properti Terjual
Hubungi Kami

Ricky Thong

Konsultan Marketing Properti

081280979777

087888786737

Visitors
Copyright 2013 Rumahproperti123.com :: Investasi Properti Jakarta, Bali, Bandung | Investasi Condotel Apartemen | Condotel Al Baiti Aeropolis | Condotel Springhill Jimbaran All Right Reserved
Web Design by YOGYAweb.com
Backlinks Generator Gratis